Atologi Puisi Sajak Langit

Penulis : 38 Penulis (Alvin Shul Vatrick, dkk)
Editor : Alvin Shul Vatrick
Tata Letak : Alvin Shul Vatrick
Perwajahan Sampul : Alvin Shul Vatrick
 
Penerbit AJ
ISBN : 978-602-53705-8-8
 
Kata Pengantar
 
Dalam KBBI, kata “religius” bermakna; bersifat religi; bersifat keagamaan; yang bersangkut-paut dengan religi. Kata religi sendiri berasal dari kata relegere atau relegare dalam bahasa Latin dengan pengertian dasar “berhati-hati”, berpegang pada norma atau aturan tertentu. Dapat diartikan bahwa religi tersebut merupakan suatu keyakinan, nilai-nilai kehidupan yang harus diperhatikan serta norma-norma yang mesti dijaga agar tidak terjadi perilaku menyimpang.
Sedangkan perilaku pengabdian religi disebut religiositas. Religiositas lebih melihat aspek yang “di dalam lubuk hati”, riak getaran hati nurani. Sebuah kesadaran alam diri terhadap persoalan spiritual keagamaan, tergambar abstrak, lepas dari realisme logis yang terikat pada tempat dan waktu kongkret. Dapat disimpulkan secara singkat bahwa religius adalah kesadaran untuk berpikir, bersikap, bertindak, berbuat baik yang tak lepas dari konsep keagamaan.
Seseorang haruslah memiliki pikiran religius yang seiring dengan pikiran ilmiah, suatu pikiran ilmiah pun berjalan seiring dengan disiplin agama. Tak ada kemustahilan di dalamnya. Bahkan sebaliknya, pikiran akan menjadi lebih hidup, jika ia bergerak dari yang satu ke yang lainnya lalu berjalan berdampingan.
 
Sederet nama penyair terkenal yang banyak menulis karya sastra bertema religi, di antaranya adalah sosok fenomenal Jalaluddin Rumi (1207-1273). Ciri khas karya sufi Rumi adalah sering ia memulai puisi dengan kisah-kisah yang digunakannya sebagai alat pernyataan pikiran dan ide. Salah satu tulisannya yang paling terkenal adalah:
“Jangan tanya apa agamaku. Aku bukan yahudi, bukan zoroaster, bukan pula islam. Karena aku tahu, begitu suatu nama kusebut, kau akan memberikan arti yang lain daripada makna yang hidup di hatiku”.
Pada karya di atas hal menarik yang dapat diungkap adalah pengalaman pemahaman religius transenden seorang Rumi.
 
Terkait hal karya puisi religius, tergagaslah buku puisi Sajak Langit, buku antologi puisi yang memuat puisi-puisi karya pemuisi/penyair berbagai latar belakang dengan kekhasan masing-masing serta karakter yang beragam pula.
Keseluruhan isi Sajak Langit adalah pengungkapan perilaku religius sebagaimana tema yang diusung bersama, yaitu tema religi. Menyimak antologi puisi ini, ada pengalaman religius berbeda yang terpancar dari masing-masing penulis sebagai tanggapan, pengamatan, pemikiran, perasaan, sikap, serta ungkapan bagaimana manusia dengan pengkondisian peran hidup di dunia. Karya-karya tersebut menunjukkan kedalaman spiritual penulisnya, sehingga terbaca adanya pencarian eksistensi diri terhadap berbagai hal.
 
Tema Religius sengaja diusung dalam antologi puisi Sajak Langit dengan maksud berupaya mengembalikan kemerosotan nilai-nilai kemanusiaan yang tengah tergerus peradaban zaman modern dan menyadarkan kembali manusia pada kedudukannya sebagai subjek dalam kehidupan ini. Puisi berusaha mengembalikan stabilitas, keselarasan, dan keutuhan dalam diri manusia. Di mana puisi mengandung manfaat spiritual yang sifatnya tidak langsung bagi kehidupan fisikal yang praktis. Hal ini sesuai dengan hakikat puisi yang berhubungan dengan kehidupan kebatinan dan kejiwaan manusia.
 
Salam puisi!
 
Luwu, 10 Maret 2019
Alvin Shul Vatrick