Puisi-Puisi Karya Dien Djusni

PERJALANAN
(Dien Djusni)
 
Di perjalanan lalu
Di setiap kota kita singgah bertamu
 
Lalu pulang menunduk malu
 
Di perjalanan kini
Kuajak kau merambah belantara sunyi
 
Untuk tidak kembali lagi
 
Mari mencari nurani
 
Tarakan, 28 Maret 2019
 
 
 
SEPASANG MATA
(Dien Djusni)
 
Dedaunan basah
sisa gerimis semalam
Pagi berkabut di bumi leluhur
 
Sepasang mata renta terisak basah
Tersudut di hutan tersisa
Kearifan silam kian mendesah
Tergeser diam dalam gelisah
 
Sepasang mata basah
Merajut asa
Di sisa usia
 
Tarakan, 21 Maret 2019
 
 
 
KISAH SEMALAM
(Dien Djusni)
 
Segelas dari bungkus terakhir
Diminum berdua
Jemari kita bersentuh
Sama telusuri sunyi
 
Segelas saja tertinggal
Diseparuh malam tersenggal
Adakah kau rasa kehangatan
Tanyaku pada seteguk pertama
 
Segelas di beranda sunyi
Satu teguk berganti
peluklah daku nanti
Ketika bulan sembunyi malu
Ucapmu tersipu
 
Segelas dari bungkus terakhir
Memintal tali-temali rindu,
tak akan berakhir
Bisikku ditegukkan kedua
 
Malam serasa enggan berlalu
Gelas tertumpah
Membasahi mimpi semalam kita
 
Tarakan, 23 Maret 2019
 
 
Dien Djusni, lahir 23 Juni 1964 di Tarakan, Kalimantan Utara. Keseharian sebagai pedagang dan kepala rumah tangga.
Selain permainan catur maka membaca puisi adalah dunia tersendiri yang membahagiakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *